arti UMMI ( أُمِّ) vs UMMIY ( الأمّىّ)

November 6, 2010 as3

Beberapa hari yang lalu, “di belakang” saya terdengar perbincangan rekan-rekan di kantor mengenai arti ummi . Menurut salah seorang diantaranya, kata ummi tak berarti ibu. Katanya, beliau habis baca tafsir quran di sana tersurat bahwa ummi berarti buta huruf (tidak bisa baca tulis). Beliau rupanya mengkhawatirkan kesalahpahaman bahkan mungkin ketaktahuan arti ummi yang saya pakai sebagai panggilan anak saya kepada saya karena tidak ada lagi diantara teman saya yang memakai panggilan tersebut kepada ibunya. mmmm sayang sekali saya tak berhadapan langsung saat itu, sehingga tidak ada kesempatan untuk menjelaskan. Berkenaan dengan hal tersebut saya jadi tergelitik untuk menulis tentang:

Arti UMMI ( أُمِّ ) vs UMMIY -UMMI disertai Ya ( الأمّى ّ )

Dalam terjemah Al-Quran memang ditemui kata ummi (penulisannya tidak disertai y) yang berkenaan dengan keadaan tidak dapat baca tulis, tetapi ummi disana berbeda arti dengan ummi yang berarti ibu, jika kita lebih mencermati penulisan dalam arabicnya seperti yang saya tulis di atas . Dengan demikian untuk membedakannya saya tulis disertai y, sehingga jadi Ummiy.

Kata Ummi dengan tulisan ( أُمِّ ) berarti ibu. Bersumber pada Quran sebagai berikut:

Al-Qasas (28 ; 7)
Dan Kami ilhamkan kepada Ibu Musa:…” وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَ

Surat Al-Qasas (28 ; 10):
Dan hati ibu Musa menjadi kosong…..” وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَى

Q.S. An-nisa’ ( 4; 23) :
diharamkan bagimu menikahi ibu-ibumu….” حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ

Q.S.Luqman (31; 14) : حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ
Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah…

Sedangkan;
kata ummiy dengan penulisan ( الأمّى ّ ) berarti buta huruf , dan memiliki arti lain sesuai kalimatnya. Buta huruf yang dimaksudkan dalam pengertian ini yakni keadaan nabi Muhammad sebelum menerima wahyu pertama surat Al-‘Alaq, yang belum mengenal sama sekali bacaan dan tulisan. Alloh lah yang mengaturnya agar Kaum Kafir mengimani bahwa al-Quran benar-benar diturunkan dari sisi Alloh SWT dan bukanlah rekayasa / ciptaan Muhammad. Bagaimana mungkin Nabi Muhammad mereka-reka , padahal beliau sendiri belum mengenal baca tulis sebagaimana sabdanya:
إنا أمية لا نكتب ولا نحسب
Sesungguhnya kami kaum yang ummiy, tidak dapat menulis dan tidak dapat menghitung” (H.R.Bukhory)

Namun begitu, tak berarti juga sebagai perendahan “nilai” terhadap seorang nabi. Beliau tetap seorang yang cerdas dan berakhlaqul kariiim.

Makna Ummiy tak sekedar menunjukkan keadaan nabi sebagaimana saya jelaskan di atas, tetapi juga memiliki makna lain berikut penjelasannya:

Dalam al-Qur’an kata ummiyy beserta turunannya diulang dalam al-Qur’an sebanyak enam kali. Dua dalam bentuk tunggal, yaitu pada surat al-A’raf ayat 157 dan 158 (keduanya diturunkan di Mekah):

(157) الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ
فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (158)
Rasul, Nabi yang ummiy (tidak bisa baca tulis)” ( Al-A’raaf , 7; 157)

Maka berimanlah kepada Alloh dan Rasul-Nya, yaitu Nabi yang Ummiy, yang beriman kepada Alloh dan kalimat-kalimat-Nya. Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk” ( Al-A’raaf , 7; 158)

Empat lainnya dalam bentuk jamak, yaitu pada surat al-Baqarah ayat 78, surat Ali Imran ayat 20 dan 75, serta surat al-Jumu’ah ayat 2 (keempatnya diturunkan di Madinah) di bawah ini:

ومنهم أميون لا يعلمون الكتب إلاّ أمانىّ وإن هم إلاّ يظنون (البقرة :78)
…وقل للذين أوتوا الكتاب والأميين أأسلمتم …(ال عمران :20)
… ليس علينا فى الأميين سبيل … (ال عمران :75)
هو الذى بعث فى الأميين رسولا منهم يتلو عليهم ايته ويزكيهم ويعلمهم الكتب والحكمة وإن كانوا من قبل لفى ضلال مبين (الجمعة : 2

Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.

Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi kitab dan kepada orang-orang yang ummiy(tidak memiliki kitab)….” ( ‘Ali Imran , 3: 20)

Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummiy” ( ‘Ali Imran , 3: 75)

Dialah yang mengutus kepada kaum yang ummiy seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata
(Al-Jumu’ah, 62;2)

Menurut para mufassir, ( seperti yang ditulis oleh Fitriliza dalam telaah tematis berjudul “ KONSEP UMMI DALAM QURAN” ) bentuk tunggal ummi ( ummiy disertai ya)ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW dengan diperkuat oleh sabda Nabi sendiri:
إنا أمية لا نكتب ولا نحسب
sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Adapun dalam bentuk jamak yang terdapat pada surat Ali imran ayat 20 dan 75 dan surat al-Jumu’ah ayat 2 ditujukan kepada masyarakat Arab, sedangkan bentuk jamak yang terdapat pada surat al-Baqarah ayat 78 ditujukan kepada sekelompok Yahudi. Dengan demikian, dalam konteks al-Qur’an, kata ummiy ditujukan kepada tiga obyek di atas.
Sebagaimana disebutkan di muka, para mufassir tidak sepakat dalam menjelaskan kata ummiy. Di antara mereka ada yang mendefinisikannya sebagai buta huruf seperti dikemukakan oleh Rasyid Ridha dan al-Thabathaba’i. Pendapat mereka diperkuat oleh penulis kamus berbahasa Arab seperti Lisan al-‘Arab yang disusun oleh Muhammad ibn Manzhur.
Meskipun demikian, kata ummiy dalam literatur tafsir tidak hanya memilki satu arti di atas. Ada beberapa riwayat yang mendefinisikannya secara berlainan. Al-Qasimi umpamanya, menafsirkan kata ummiyyin pada surat Ali Imran ayat 20 sebagai “kelompok yang tidak memiliki kitab suci” (la kitaaba lahum). Definisi-definisi lainnya dikemukakan oleh al-Thabari. Ia mengutip pendapat Ibrahim (dari Mansyur, dari Sufyan, dari Ibn Mubarak, dari Suwaid bin Nashr, dari al-Mutsanna) yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ummiy adalah “orang yang tidak cakap menulis” (من لايحسن أن يكتب). Ibnu Zaid mendefinisikannya sebagai “orang yang tidak membaca al-kitab”. Ada riwayat lain berasal dari Ibnu ‘Abbas yang menjelaskan bahwa maksud kata ummiy dalam al-Qur’an yang berbentuk jamak adalah “sekelompok orang yang tidak membenarkan utusan Allah dan kitab yang dibawanya”. Al-Thabari sendiri, dengan mengutip pendapat al-Nakha’i, menjelaskan ummiy dengan “orang yang tidak cakap menulis”.
Dari jajak pendapat ahli tafsir di atas, kata ummiy dalam al-Qur’an setidak-tidaknya mempunyai lima pengertian, yaitu:
1. Tidak dapat membaca dan menulis (buta huruf)
2. Tidak memiliki kitab suci.
3. Mengingkari kebenaran Rasul dan kitab yang dibawanya.
4. Tidak membaca al-kitab
5. Tidak cakap menulis.

Dari beberapa penjelasan diatas saya kira terlihat perbedaan antara Ummi tanpa huruf Ya berarti Ibu, dengan Ummiy ( الأمّى ّ ) disertai Ya yang berarti Buta Huruf.
Jadi saya yakin, apa yang beliau baca tentang pengertian Ummi tersebut adalah Ummiy ( الأمّى ّ ).
Itu sebatas pemahaman saya , Kebenaran hanyalah milik Alloh SWT, semoga Ia tunjukkan kebenaran bagi saya dan siapa pun . Amiin

About these ads

Entry Filed under: ayat dan do'a

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Music

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: