Dekadensi Moral Anak & Remaja sebagai Salah Satu Dampak Negatif Kemajuan Teknologi

Februari 20, 2010 as3
Tag: , ,

..” seorang anak 10 tahun tega membunuh ibu angkatnya…”

“siswa SD memperkosa temannya…”

” Remaja Lari bersama kekasihnya (yang ia kenal di Facebook) dan mengaku telah  berhubungan suami istri…”

Na’udzubillaahi min dzalik…..

Beberapa cuplikan berita di Televisi akhir-akhir ini mengenai perkosaan, pembunuhan, penyalah gunaan narkoba, internet dan sebagainya yang dilakukan oleh beberapa anak dan remaja di Indonesia sungguh sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, mereka sebagai generasi penerus pembangun bangsa, justru mencemari dirinya sendiri dengan perbuatan-perbuatan yang sangat tidak pantas mereka lakukan, bahkan orang dewasa sekalipun. Kenyataan pahit yang mau tidak mau orang tua saksikan.

Dari beberapa kasus tersebut, rupa-rupanya media internet menjadi salah satu yang “ditunjuk” sebagai pemicu kemerosotan moral pada mereka. Hmm..kemajuan teknologi memang mendatangkan dampak positif dan negatif di berbagai sisi, sebagaimana hal lainnya. Obat-obatan bisa menyembuhkan bila digunakan sesuai dosis dan bisa membahayakan bahkan mematikan bila disalah gunakan. Seperti itulah Teknologi, khususnya Internet yang saat ini semakin berkembang, bebas dan mudah diakses di mana pun, kapan pun melalui handphone dan laptop, baik oleh orang dewasa dan bahkan anak-anak. Kemajuan Teknologi yang tak diimbangi dengan bekal “religi” yang cukup, kemudian komunikasi dan bimbingan orang tua yang kurang, itulah yang menyebabkan anak  dan remaja tidak bisa memfilter dirinya dari hal-hal yang negatif tersebut.

Lalu, bagaimana solusinya agar anak dan remaja kita terhindar dari hal-hal yang kita takutkan seperti di atas? yang pertama adalah mari kita tingkatkan bekal pemahaman anak terhadap agama sejak dini. Kedua, tingkatkan komunikasi antara orang tua dan anak, beri bimbingan dan pemahaman tentang dampak positif dan negatif suatu hal, bukannya “menutupi” sehingga anak paham dan jelas melangkah memilih sesuatu yang baik untuk dirinya. Ketiga, karena arus teknologi yang pesat dan tak dapat dipungkiri, maka jangan kekang anak untuk mengenalinya, tapi imbangilah dengan usaha kita untuk mengenalinya. Ayolah orang tua, belajar sajalah apa itu Facebook, Twitter, dll. Jangan memaksa anak untuk menghindarinya, asalkan kita arahkan pada hal positif yang bisa kita ambil manfaatnya.

Terakhir, mari kita berdo’a untuk anak-anak semua…

Ya Alloh, kami lindungkan mereka pada-Mu dengan kalimat Alloh yang sempurna dari setiap godaan syaithan dan dari setiap pandangan yang menyesatkan…Amiin



Entry Filed under: ayat dan do'a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Music

 
%d blogger menyukai ini: